Strategi Sukses Asesmen Semester: QC Tahfidz dan Ibadah di SMP Al Falah Ketintang Surabaya

Menjelang pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester Gasal (20 November – 28 November 2025), SMP Al Falah Ketintang Surabaya kembali menggelar kegiatan Quality Control (QC) sebagai bentuk evaluasi dan pemantapan kompetensi siswa di bidang Tahfidz dan Ibadah. Kegiatan QC ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap tiga bulan, tepatnya sebelum asesmen semester berlangsung.

SMP Al Falah menetapkan QC sebagai salah satu syarat wajib untuk mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester. Ketentuan ini diberlakukan agar seluruh siswa memiliki standar kompetensi yang merata, khususnya dalam bidang Tahfidz dan Ibadah, yang menjadi bagian integral dari pendidikan karakter Islami di sekolah.

Selain untuk memastikan standar kompetensi yang merata, QC ini juga berfungsi sebagai alat untuk memastikan bahwa pembelajaran Al Qur’an dan Muatan Al Islam berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Uniknya, QC di SMP Al Falah dilaksanakan secara silang acak, sehingga guru yang menilai bukanlah guru langsung dari kelas tersebut. Sistem ini diterapkan untuk menjaga objektivitas dan memastikan hasil penilaian benar-benar valid, akurat, dan akuntabel.

QC yang dilakukan mencakup dua aspek utama, yaitu QC Tahfidz dan QC Ibadah. QC Tahfidz dilakukan dengan cara Ananda diuji kemampuan hafalan juz 30 dan 29, sesuai target kurikulum Al Qur’an yang ditetapkan sekolah. Penilaian meliputi ketepatan lafaz, kelancaran hafalan, dan adab ketika membaca Al Qur’an. Sedangkan QC Ibadah, Evaluasi ibadah mencakup beberapa komponen, yaitu Gerakan dan doa berwudu, Gerakan dan bacaan salat, Bacaan zikir dan doa sesuai panduan sekolah. Semua aspek dinilai berdasarkan standar ibadah yang benar sesuai tuntunan syariat.

Sebelum QC dilaksanakan, wali kelas memiliki peran penting dalam melakukan pendampingan dan coaching kepada siswa selama kurang lebih tiga bulan. Pendampingan ini bertujuan memberikan penguatan, koreksi, serta pembiasaan agar siswa siap secara mental dan kemampuan saat menghadapi QC.

Sekolah berharap siswa siap secara mental dalam menghadapi Asesmen Sumatif setelah memenuhi syarat keiukutsertaan Asesmen Sumatif. Tentunya, sekolah juga yakin bahwa dalam proses QC keberkahan Allah Swt. akan meliputi seluruh proses Asesmen, bahkan berdampak kepada diri siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *